Tak Di Sangka Putra Desa Mengapai Kesuksesan Hanya Modal Keberanian
Di negeri orang, Aji memperdalam kemampuan design dengan mengikuti event-event dan kesempatan yang berhubungan dengan design.
Berawal dari Dunia fashion dan design inilah yang membesarkan nama Aji Bram sampai seluruh penjuru dunia. Ia memulai terjun di dunia fashion saat mendapatkan tawaran membuat seragam awak kapal orang prancis. Kemudian Aji Bram pulang ke Tanah air menuju Tanah Abang Jakarta, sebagai pusat tekstil di Indonesia.
Saat melakukan survey tekstil di Tanah Abang, Aji Bram bertemu dengan orang dari perusahaan lain, yang menawarkan kerjasama. Kemudian, Aji Bram dikenalkan dengan seorang pengusaha tekstil bernama Ozy, melalui temannya Mona. Dari situlah, perjalanan karir Aji Bram dimulai. Berhasil menyelesaikan orderan pertamanya dengan hasil memuaskan, meskipun harus melalui evaluasi berkali-kali.Dia terlahir dari salah satu desa di Tulungagung dan dari keluarga yang sederhana, namun dengan kegigihannya akhirnya sukses di negeri luar.
Narasumber : Aji Bram
Topik : Berbagi Inspirasi
Alamat : Tanjungsari, Kecamatan Boyolangu
Domisili : Swiss (Negara Terkaya Di dunia)
Pekerjaan : Desainer Internasional dan Pengusaha
Catatan prestasi design Aji Bram cukup banyak dan merupakan salah satu orang Indonesia yang memperkenalkan produk batik lokal Indonesia di Eropa, terutama wilayah Swiss. Dari situlah dia kemudian keliling di beberapa negara lainya.
Berapa tahun silam tekat untuk memperkenalkan produk lokal semakin serius, kemudian dia menggelar kegiatan Indonesia Fashion and Batik Festival (IFBF) yang bertujuan untuk memperkenalkan langsung Produk produk batik dan jenis etnik Indonesia. Alhamdulilah Sukses sampai menjadi agenda rutin.
Selain itu, Mas Aji Bram ini dipercaya sebagai penata dan pengarah gaya model international yang memperagakan design batik Indonesia di acara World Economic Forum 2014 di Davos.


Komentar
Posting Komentar